Ai Policy

KEBIJAKAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE/AI USAGE POLICY)

JURNAL PENELITIAN MANAJEMEN (JPEMA)

1. Ketentuan Umum

Jurnal Penelitian Manajemen (JPEMA) berkomitmen untuk menjaga integritas akademik, keaslian karya ilmiah, transparansi, objektivitas, dan kualitas publikasi dalam bidang manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, serta manajemen keuangan.

Seiring dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (*Artificial Intelligence/AI*), JPEMA mengakui bahwa penggunaan AI dapat mendukung kegiatan penelitian, pengolahan dan analisis data, penelusuran literatur, serta penyusunan artikel ilmiah.

Penggunaan AI diperbolehkan sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan tidak menggantikan kontribusi intelektual, penalaran ilmiah, serta tanggung jawab akademik penulis.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh penulis, editor, mitra bestari, dan pihak yang terlibat dalam proses publikasi JPEMA dengan mengacu pada prinsip etika publikasi ilmiah, termasuk pedoman dari *Committee on Publication Ethics* (COPE).

2. Penggunaan AI yang Diperbolehkan

Penulis dapat memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu dalam kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah, antara lain:

1. Memperbaiki tata bahasa, ejaan, struktur kalimat, dan keterbacaan artikel.
2. Membantu penerjemahan serta penyuntingan bahasa ilmiah.
3. Membantu penyusunan kerangka atau sistematika artikel.
4. Mendukung penelusuran dan pengorganisasian literatur ilmiah dengan tetap melakukan verifikasi terhadap seluruh sumber.
5. Membantu pengolahan, pengelompokan, dan visualisasi data penelitian.
6. Mendukung analisis statistik, analisis data kualitatif, dan interpretasi awal data dengan pengawasan serta verifikasi peneliti.
7. Membantu penyusunan tabel, grafik, dan visualisasi hasil penelitian berdasarkan data yang sah.
8. Mendukung eksplorasi konsep dan pengembangan gagasan awal dalam bidang manajemen.

Setiap keluaran AI harus diperiksa dan diverifikasi oleh penulis sebelum dimasukkan ke dalam naskah.

Penggunaan AI tidak dapat menggantikan kewajiban penulis dalam menyusun argumentasi ilmiah, menganalisis temuan penelitian, serta merumuskan kesimpulan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Kepengarangan dan Tanggung Jawab Akademik

AI, termasuk ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, dan perangkat AI generatif lainnya, tidak dapat dicantumkan sebagai penulis maupun penulis pendamping (*co-author*) dalam artikel yang diajukan kepada JPEMA.

Kepengarangan hanya diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi intelektual secara nyata dalam perencanaan, pelaksanaan, analisis, atau penyusunan hasil penelitian serta dapat mempertanggungjawabkan isi artikel.

Penulis bertanggung jawab penuh terhadap keakuratan data, kesesuaian metodologi, keaslian hasil penelitian, validitas referensi, dan seluruh isi artikel, termasuk bagian yang dibantu oleh teknologi AI.

 4. Kewajiban Pengungkapan Penggunaan AI

Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI generatif apabila teknologi tersebut digunakan secara substantif dalam proses penelitian, analisis data, penyusunan naskah, atau pengembangan materi ilmiah.

Pernyataan penggunaan AI sekurang-kurangnya mencantumkan:

1. Nama dan, jika relevan, versi aplikasi AI yang digunakan.
2. Tujuan penggunaan AI dalam penelitian atau penyusunan artikel.
3. Bagian penelitian atau naskah yang memperoleh bantuan AI.
4. Bentuk verifikasi, penyuntingan, dan kontribusi intelektual yang dilakukan penulis.

Apabila AI digunakan sebagai bagian dari metode penelitian atau analisis data, penggunaannya harus dijelaskan dalam bagian Metode Penelitian secara memadai agar prosedur penelitian dapat dievaluasi.

Penggunaan AI untuk membantu penyusunan isi artikel dapat dijelaskan pada bagian khusus Pernyataan Penggunaan AI sebelum Daftar Pustaka.

Penggunaan perangkat pemeriksa ejaan, tata bahasa, dan tanda baca sederhana yang tidak menghasilkan substansi ilmiah baru tidak wajib dinyatakan secara khusus.

Contoh Pernyataan Penggunaan AI:

Dalam penyusunan artikel ini, penulis menggunakan [nama aplikasi AI] untuk membantu [tujuan penggunaan]. Seluruh keluaran AI telah diperiksa, diverifikasi, dan disesuaikan berdasarkan data serta hasil analisis penelitian. Penulis bertanggung jawab penuh atas keaslian, keakuratan, dan integritas seluruh isi artikel.

Apabila tidak menggunakan AI generatif, penulis dapat mencantumkan:

Penulis menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan artikel ini tidak menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif.

5. Penggunaan AI dalam Pengumpulan dan Analisis Data Penelitian

JPEMA menekankan pentingnya keaslian, validitas, reliabilitas, dan keterlacakan data penelitian, khususnya penelitian di bidang manajemen yang menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dokumen perusahaan, laporan keuangan, dan data sekunder lainnya.

Penggunaan AI dalam pengumpulan, pengolahan, maupun analisis data penelitian harus memperhatikan ketentuan berikut:

1. Data penelitian harus berasal dari sumber yang sah, dapat diverifikasi, dan sesuai dengan metode penelitian.
2. AI tidak diperbolehkan digunakan untuk membuat jawaban responden fiktif, memalsukan hasil wawancara, atau menghasilkan data observasi yang tidak pernah dilakukan.
3. Penggunaan AI dalam analisis statistik, pengkodean data kualitatif, atau pemrosesan data harus dijelaskan apabila berpengaruh terhadap hasil penelitian.
4. Penulis wajib memeriksa kembali keluaran AI, termasuk perhitungan statistik, pengelompokan data, interpretasi hasil, dan penyajian kesimpulan.
5. Data yang bersifat rahasia, termasuk identitas responden, informasi karyawan, dokumen keuangan, dan data internal perusahaan, tidak boleh dimasukkan ke layanan AI pihak ketiga tanpa dasar izin dan perlindungan data yang memadai.
6. Penulis harus dapat menjelaskan prosedur analisis serta menunjukkan data dan dokumen pendukung apabila diperlukan untuk pemeriksaan editorial, dengan tetap memperhatikan ketentuan kerahasiaan dan perlindungan data.

Apabila AI digunakan untuk menghasilkan data sintetis dalam penelitian simulasi atau eksperimen metodologis, penulis wajib menyatakannya secara jelas dan membedakannya dari data empiris yang berasal dari responden atau pengamatan nyata.

6. Penggunaan AI dalam Penelusuran Literatur dan Sitasi

Penulis diperbolehkan menggunakan AI untuk membantu menemukan topik penelitian, mengidentifikasi kata kunci, menyusun peta literatur, dan mengeksplorasi hubungan antarkonsep dalam bidang manajemen.

Namun, penulis wajib memastikan bahwa setiap referensi yang digunakan benar-benar ada, relevan, serta sesuai dengan sumber aslinya.

Penggunaan AI untuk menghasilkan referensi fiktif, kutipan yang tidak dapat diverifikasi, atau informasi bibliografis yang tidak benar merupakan pelanggaran etika publikasi.

AI tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti sumber ilmiah primer untuk mendukung klaim penelitian.

Setiap teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu harus dirujuk pada sumber yang dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

 7. Keaslian Naskah dan Pencegahan Plagiarisme

Seluruh artikel yang diajukan kepada JPEMA wajib memenuhi prinsip orisinalitas dan bebas dari plagiarisme.

Penggunaan AI untuk melakukan parafrasa, menyusun ulang kalimat, atau membantu penulisan tidak menghilangkan kewajiban penulis untuk memberikan sitasi yang benar terhadap gagasan dan karya pihak lain.

Penulis dilarang menggunakan AI untuk menyamarkan plagiarisme, menghindari pemeriksaan kemiripan secara tidak etis, atau mengakui gagasan pihak lain sebagai hasil pemikiran sendiri.

Sesuai dengan ketentuan jurnal, naskah yang diajukan harus memenuhi batas *similarity index* maksimal 20%.

Hasil pemeriksaan kemiripan digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi orisinalitas, bukan sebagai satu-satunya dasar penetapan plagiarisme.

Demikian pula, hasil dari perangkat pendeteksi AI tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan terjadinya pelanggaran etika publikasi.

8. Penggunaan AI oleh Editor dan Mitra Bestari

Editor dan mitra bestari wajib menjaga kerahasiaan naskah, independensi penilaian ilmiah, objektivitas, serta integritas proses *peer review*.

Naskah yang belum dipublikasikan, data penelitian, dokumen penelaahan, dan informasi editorial yang bersifat rahasia tidak boleh diunggah ke layanan AI pihak ketiga tanpa izin yang sesuai dan jaminan perlindungan kerahasiaan.

AI dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan administratif atau penyuntingan bahasa apabila sesuai dengan ketentuan keamanan informasi jurnal.

Namun, AI tidak diperbolehkan menggantikan penilaian ilmiah, pertimbangan profesional mitra bestari, maupun keputusan editorial.

Editor dan mitra bestari tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil penilaian, rekomendasi, dan keputusan yang diberikan.

Penggunaan AI secara substantif dalam proses penelaahan harus memperoleh persetujuan editorial dan diungkapkan kepada pengelola jurnal.

9. Pelanggaran Kebijakan dan Tindakan Editorial

Apabila ditemukan indikasi penggunaan AI yang tidak sesuai dengan kebijakan jurnal, pengelola JPEMA berhak meminta klarifikasi, penjelasan, atau dokumen pendukung kepada penulis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan tingkat pelanggaran, tindakan editorial dapat berupa:

1. Permintaan klarifikasi mengenai penggunaan AI.
2. Permintaan revisi naskah atau penambahan pernyataan penggunaan AI.
3. Permintaan data penelitian, dokumen pendukung, atau penjelasan metodologi.
4. Penolakan naskah yang terbukti melanggar prinsip etika publikasi.
5. Penerbitan koreksi terhadap artikel yang telah diterbitkan apabila diperlukan.
6. Penarikan kembali artikel (*retraction*) apabila ditemukan pelanggaran serius yang memengaruhi integritas hasil penelitian.

Seluruh dugaan pelanggaran akan ditangani secara objektif, proporsional, dan sesuai dengan prosedur etika publikasi jurnal serta pedoman COPE.

10. Pernyataan Tanggung Jawab dan Penutup

Dengan mengirimkan naskah kepada Jurnal Penelitian Manajemen (JPEMA), penulis menyatakan telah membaca, memahami, dan menyetujui ketentuan dalam kebijakan penggunaan kecerdasan buatan ini.

Penulis berkewajiban memastikan bahwa penelitian yang diajukan merupakan hasil kegiatan ilmiah yang sah, memiliki kontribusi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memenuhi prinsip kejujuran, transparansi, dan orisinalitas.

JPEMA mendukung penggunaan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas penelitian di bidang manajemen, tanpa mengurangi peran manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengambilan keputusan ilmiah.

Kebijakan ini dapat ditinjau dan diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi, standar etika publikasi ilmiah, dan kebutuhan pengelolaan jurnal.

Referensi Kebijakan

Committee on Publication Ethics (COPE). (2023). *Authorship and AI tools: COPE position statement*. https://doi.org/10.24318/cCVRZBms

Committee on Publication Ethics (COPE). *COPE Guidelines and Resources*. https://publicationethics.org/