PENGUATAN KETERAMPILAN VOKASIONAL SISWA SLB MELALUI PELATIHAN MENJAHIT BUSANA DAERAH BERBASIS PENDAMPINGAN DI SLB INSAN MULIA PAYAKUMBUH
DOI:
https://doi.org/10.70429/bhaktimas.v3i2.270Kata Kunci:
sewing training, pattern making, traditional clothing, students with special needsAbstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
menjahit busana daerah pada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Mulia Payakumbuh melalui
pelatihan pembuatan pola dan praktik menjahit. Siswa SLB memiliki potensi yang dapat
dikembangkan melalui pembelajaran keterampilan vokasional yang terarah salah satunya
keterampilan menjahit yang berfungsi sebagai sarana pengembangan kemandirian, motorik halus,
serta pelestarian budaya lokal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam
pembuatan pola dan menjahit busana daerah menjadi salah satu kendala dalam proses
pembelajaran keterampilan di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan,
pelatihan praktik, demonstrasi, dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan untuk memberikan
pemahaman dasar mengenai jenis busana daerah, alat dan bahan menjahit, serta prinsip dasar
pembuatan pola. Pelatihan praktik dan demonstrasi difokuskan pada pembuatan pola busana
daerah secara sederhana dan teknik menjahit yang disesuaikan dengan kemampuan siswa SLB.
Selanjutnya, pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap peserta mampu
mengikuti tahapan kegiatan dan menyelesaikan produk busana yang dirancang. Hasil kegiatan
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam membuat pola dan
menjahit busana daerah. Berdasarkan hasil pengabdian sebelumnya siswa hanya mampu membuat
busana sederhana, namun pada kegiatan ini siswa mampu menghasilkan produk busana daerah
sederhana sesuai dengan pola yang dibuat, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan
kemandirian dalam proses pembelajaran keterampilan. Luaran kegiatan ini meliputi produk busana
daerah hasil karya siswa, modul pelatihan menjahit sederhana, serta dokumentasi kegiatan sebagai
bahan laporan dan publikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan
keterampilan vokasional berbasis budaya lokal bagi siswa SLB dan berkontribusi pada
peningkatan kualitas pendidikan inklusif.





