UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN TEKNIK SADARI
DOI:
https://doi.org/10.70429/bhaktimas.v3i2.262Kata Kunci:
Breast Cancer, SADARI, Women of Childbearing AgeAbstrak
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering dialami oleh wanita dan
merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. Penyakit ini
berkembang dari jaringan epitel pada saluran atau lobulus payudara, ditandai dengan pertumbuhan
sel abnormal yang tidak terkendali. Menurut laporan Globocan tahun 2020, Indonesia mencatat
lebih dari 68 ribu kasus baru kanker payudara yang setara dengan 16,6% dari seluruh kasus
kanker. WHO juga melaporkan bahwa secara global terdapat 2,3 juta kasus dengan angka
kematian mencapai 685.000 jiwa. Salah satu metode deteksi dini yang mudah dilakukan adalah
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi
efektivitas penyuluhan SADARI dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur di Kelurahan
Cemplang. Metode edukasi dilakukan melalui presentasi dan leaflet kepada 30 peserta. Penilaian
pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan
signifikan dengan skor N-Gain rata-rata 0,86. Uji statistik juga membuktikan adanya perbedaan
signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, edukasi SADARI terbukti efektif
dalam meningkatkan pemahaman deteksi dini kanker payudar





