ANALISIS AMBIGUITAS TIPOGRAFI PADA LOGOTYPE BARU INSTAGRAM DAN RESPONS AUDIENS: TIJAUAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
DOI:
https://doi.org/10.70429/creativascientia.v3i2.386Kata Kunci:
Identitas Merek, Logomark, Ambiguitas Tipografi, Desain Komunikasi Visual, InstagramAbstrak
Instagram meluncurkan penyegaran identitas visual terbesar dalam satu dekade pada 2026, mengganti logomark bergaya skrip kursif yang digunakan sejak 2016 dengan logotype geometris-humanis yang lebih sederhana. Pembaruan ini disertai narasi resmi mengenai proses kreatif desain, tetapi memicu perdebatan publik karena bentuk huruf “r” pada kata “Instagram” kerap terbaca sebagai “z”, sehingga muncul persepsi “Instagzam”. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk visual logotype baru Instagram, mengidentifikasi akar ambiguitas tipografi, serta mendeskripsikan respons audiens terhadap perubahan tersebut dari perspektif desain komunikasi visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data primer berupa unggahan resmi Instagram dan interaksi pengguna pada akun @mosseri dan @instagram yang diamati tanpa intervensi. Analisis dilakukan melalui pembacaan anatomi huruf, prinsip Gestalt, dan semiotika visual, kemudian ditriangulasi dengan pengodean tematik komentar audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas huruf “r” dan “z” berakar pada penggabungan terminal kaligrafis dengan kerangka geometris beraperture sempit, sehingga mengurangi legibility meskipun readability tetap terbantu oleh konteks kata. Respons audiens terbagimenjadi lima pola: kebingungan, kritik estetika, apresiasi, lelucon, dan nostalgia terhadap logo lama. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterbacaan dan diferensiasi bentuk dalam rebranding identitas visual digital berskala global.







